Jumat, 02 September 2016

Dari ISLAM DALAM MADZHAB AMAL AHLUL MADINAH, Syarah Al-Mursyidul Mu'in oleh Ahmad ibn Basyir Al-Qalawi Asy-Syinqiti, Terjemah Dr. Asadullah Yate. Penerbit Diwan Press, hal. 7


As-Sanusi(1) berkata:

“Tidak seorangpun mendengarkan dengan niat menemukan pengajaran kecuali dia terbimbing.”

Al-Munawi(2) berkata:

“Wahai orang yang menyelidiki, selidikilah permasalahan secara mendalam dan dengan perhatian penuh serta pemahaman yang sempurna. Jangan menyalahartikan kata atau makna hanya karena memandang rendah. Jangan biarkan selubung diri mencegah dari diperolehnya kebenaran.

Allah subhanahuwata'ala memberi rahmat kepada orang yang menaklukkan nafs nya, orang yang memperhatikan betul-betul seruan keadilan dan membuat keadilan sebagai tujuannya, juga pada orang yang tidak condong kepada sikap keras kepala.

Tetapi Allah tidak memberi rahmat kepada orang yang ketika meniatkan sesuatu dan melihat kebaikan padanya lantas menyembunyikannya. Atau orang yang ketika melihat kesalahan, menunjukkannya dan menyebarkannya ke mana-mana. Pertimbangkanlah dengan hati-hati permasalahan dengan seadil-adilnya tanpa iri hati atau berbelit-belit.

Ketahuilah, bahwa siapapun yang mencari kesalahan segera menemukan kesalahan itu. Kesempurnaan hanya milik Allah.”

(1) Abu 'Abdallah Muhammad ibn Yusuf as-Sanusi. At-Tilimsani, lahir 830H, wafat Jumadil Akhir, 895H (Asy-Syajara p.266, No. 984)

(2) Muhammad Abdur Rauf Al-Munawi. Lahir 952H/1545M, wafat 1030H/1621M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar