As-Sanusi(1)
berkata:
“Tidak seorangpun
mendengarkan dengan niat menemukan pengajaran kecuali dia
terbimbing.”
Al-Munawi(2)
berkata:
“Wahai orang yang
menyelidiki, selidikilah permasalahan secara mendalam dan dengan
perhatian penuh serta pemahaman yang sempurna. Jangan menyalahartikan
kata atau makna hanya karena memandang rendah. Jangan biarkan
selubung diri mencegah dari diperolehnya kebenaran.
Allah
subhanahuwata'ala memberi rahmat kepada orang yang menaklukkan nafs
nya, orang yang memperhatikan betul-betul seruan keadilan dan membuat
keadilan sebagai tujuannya, juga pada orang yang tidak condong kepada
sikap keras kepala.
Tetapi Allah tidak
memberi rahmat kepada orang yang ketika meniatkan sesuatu dan melihat
kebaikan padanya lantas menyembunyikannya. Atau orang yang ketika
melihat kesalahan, menunjukkannya dan menyebarkannya ke mana-mana.
Pertimbangkanlah dengan hati-hati permasalahan dengan seadil-adilnya
tanpa iri hati atau berbelit-belit.
Ketahuilah, bahwa
siapapun yang mencari kesalahan segera menemukan kesalahan itu.
Kesempurnaan hanya milik Allah.”
(1) Abu 'Abdallah
Muhammad ibn Yusuf as-Sanusi. At-Tilimsani, lahir 830H, wafat Jumadil
Akhir, 895H (Asy-Syajara p.266, No. 984)
(2) Muhammad Abdur
Rauf Al-Munawi. Lahir 952H/1545M, wafat 1030H/1621M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar