Minggu, 14 Agustus 2016

Kegiatan di Tembeling

Ini cerita dari tembeling. Diawali dengan menginap semalam di tembeling, dengan makan terlebih dahulu kenyang-kenyang dari rumah dan supaya tidak terlalu banyak bekal yang dibawa. Malam datang menjelang diiringi suara katak dari kolam azola yang selalu basah menemani sepanjang malam kami di tembeling dengan suara katak sampai pagi hari, membuat tidur malam kami tidak terlalu pulas, lalu bangun di pagi hari dengan memohon ridlo Allah dan shalat subuh, dilanjutkan dengan membaca wirid dan diwan untuk kemudian mendapatkan perenungan mengenai apa yang selanjutnya harus dilakukan. Pagi hari hujan deras di tembeling gerimis, dilanjutkan dengan sarapan bagi yang ingin sarapan, orang-orang mulai berdatangan untuk kemudian mengambil peran memakmurkan lahan wakaf imaret tembeling dengan kegiatan bertani, santapan dan hidangan menemani sampai siang hari dan tiba waktu kami untuk meninggalkan imaret tembeling. Inilah pengalaman kami.
santap sahur dengan kurma dan air putih
kayu siwak untuk menggosok gigi
hamparan sajadah di tengah kegelapan Subuh
Gerimis Hujan di pagi hari menambah syahdu suasana
Sarapan nasi lemak
makan siang bersama
makan siang bapak-bapak
singkong medan ubi roti sedaap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar