Oleh Muqadddim Abdalhaqq Hermanadi:
Disampaikan oleh Muqadim Hajj Ikramudin Zwayne kepada Muqadim Abdarrahman Rachadi kepada kami.
Muqadim Hajj Ikramudin Zwayne menyampaikan, “Dua hal yang menghancurkan orang-orang adalah kecintaan pada jabatan/kedudukan/kepopuleran dan saya kira yang lainnya adalah riya. Allah mengkaruniakan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya maka kita harus membersihkan qalbu kita dari menginginkan jabatan/kedudukan/kepemimpinan.”
Kami temukan hadith sebagai berikut: Rasulallah salallahu alayhi wassalam bersabda:“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap deennya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi.” (HR. at-Tirmidzi no. 2482). Pada hadith lainnya: Rasulallah salallahu alayhi wassalam bersabda: “Dua ekor serigala lapar yang dilepaskan di tengah kerumunan kambing, bahayanya tidak lebih besar dari kerakusan manusia terhadap harta, membanggakan agamanya (riya’)” (Hadith diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi no. 2376).
Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari berbagai bahaya yang disabdakan Rasul-Nya salallahu alayhi wassalam tersebut, dan memberikan kita keselamatan dalam deen, harta yang halal dan cukup, di dunia dan di akhirat serta safa’at Rasul-Nya. Amin.
Selanjutnya inti sari dari Derse Shaykh Mortada adalah tentang keutamaan jihad an nafs daripada jihad lahiriah, sebagai berikut:
Jihad of the nafs is better than outward jihad for 3 reasons: Ada tiga alasan kenapa jihad an nafs memiliki ke utamaan dari jihad lahiriyah:
Outward jihad is against an enemy you can see. 1. Jihad lahiriyah/zahir melawan musuh yang terlihat, sebaliknya dari jihad an nafs.
Outward Jihad has a time and place whereas inward jihad is ongoing. 2. Jihad lahiriyah memiliki batasan waktu dan tempat, sedangkan jihad an nafs selalu dilakukan dimana pun.
When you are killed in outward jihad your reward is the highest Jannah but when your nafs kills your heart you reward is the fire. 3. Saat kau terbunuh oleh musuh dalam jihad lahiriah, jannah menjadi penghargaannya bagimu. Namun jika qalbumu terbunuh oleh nafsmu, maka neraka/api menjadi penghargaannya untukmu.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa menolong kita dalam berjihad an nafs atas diri-diri kita sendiri dan jihad lahiriah bersama-sama jamaah dengan pertolongan yang membawa kepada keridhaan-Nya dan keridhaan Rasul-Nya salallahu alayhi wassalam di setiap waktu dan di setiap tempat. Amin.
Catatan: Hadith dan doa adalah tambahan dari kami.
Semoga bermanfaat dan membawa kebaikan bagi semua fuqara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar