Senin, 11 Juli 2016

Terjemah dari perkataan “Every Saint has a past and every sinner has a future”

Oleh: Muqaddim Malik Abdalhaqq Hermanadi

“Setiap orang yang disucikan memiliki masa lalu dan setiap mereka yang berdosa memiliki masa depan/kesempatan”
Pernyataan Oscar Wilde tersebut sungguh menyimpulkan tradisi Islami dimana mereka yang berdosa seperti Malik ibn Dinar (w. 130 AH), ‘Abdullah ibn al-Mubarak (w. 181 AH), al-Fudhayl ibn ‘Iyadh (w. 187 AH), dan masih banyak yang lainnya, meninggalkan kehidupan penuh dosanya dan menjalani hidup hingga menjadi mereka yang disucikan setelah mengucapkan dengan ikhlas permohonan ampun, Astaghfirullah [aku memohon ampunan Allah].

Di berbagai naskah klasik Tasawwuf  menyatakan pentingnya bahwa perjalanan ruhani seseorang dimulai dengan Tawbah atau Tobat. Allah berfirman di Qur’an: ‘Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’[Surah an-Nur 24:31]

Ibn Juzayy al-Kalbi (w. 741AH) memberikan tafsir atas ayat tersebut dalam kitab Tafsirnya Al-Tashil li ‘Ulum al-Tanzil:
“Tawbah adalah sebuah kewajiban bagi tiap-tiap Mukmin yang telah dewasa dan bertanggungjawab secara hukum menurut bukti-bukti dalam  Kitab, Sunnah dan ijma/kesepakatan Ummat [Muslim].

Padanya terdapat tiga kewajiban:

1. Merasa menyesal atas dosa karena tidak mentaati Allah, dan bukan karena kerugian yang bisa terjadi pada kekayaan atau dirinya.
2. Menjauhkan diri dari dosa sesegera mungkin, tanpa  penundaan atau kelambanan.
3. Berketetapan untuk tidak mengulanginya lagi; namun jika seseorang mengulanginya, maka dia harus mengulangi ketetapannya (untuk tidak mengulangi lagi).

Padanya terdapat tiga adab:

1. Mengakui dosa/kesalahan dibarengi dengan rasa remuk rengsa.
2. Meningkatkan permohonan sungguh-sungguh kepada Allah dan meminta dengan sungguh-sungguh ampunan-Nya.
3. Meningkatkan amal salih agar menghapuskan kesalahan-kesalahan masa lalu.
Padanya terdapat tujuh derajat:
1. Tawbah para kafirun dari kekafiran.
2. Tawbah mereka yang ikhlas dari dosa-dosa besar.
3. Tawbah mereka yang sidiq dari dosa-dosa kecil.
4. Tawbah ahli ibadah dari kelambanan.
5. Tawbah ahli salik dari kerusakan dan penyakit qalbu.
6. Tawbah ahli khas wara dari perkara-perkara yang meragukan.
7. Tawbah ahli marifa Allah dari terbagi perhatiannya dari Allah.

Penyebab tawbah ada tujuh:

1. Takut atas siksaan.
2. Harapan atas ganjaran.
3. Rasa malu karena harus bertanggungjawab.
4. Cinta pada Sang Kekasih.
5. Penjagaan dari penjaga yang dekat.
6. Memuliakan maqam.
7. Rasa shukur atas berbagai karunia.”

Diterjemah dari http://splendidpearls.org/2016/01/2...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar